fbpx

Mengapa Volatilitas Adalah Saat Paling Tepat Untuk Berdagang

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Disini kamu akan belajar tentang pengertian dari volatilitas dan aspek-aspek yang mempengaruhi fluktuasi harga saham dan valas. Untuk lebih jelasnya mari kita mulai dari pembahasan definisi volatilitas itu sendiri.

Definisi Volatilitas

Definisi dari volatilitas adalah perhitungan statistik akan besar nilai dalam naik dan turunnya harga yang terjadi antara sebuah nilai saham atau valuta asing. Selisih nilai ini mewakili aktivitas pasar yang berdampak langsung pada resiko perdagangan. Pasar yang memiliki volatilitas tinggi akan menyebabkan pergerakan harga yang lebih cepat dibandingkan dengan pasar yang memiliki volatilitas rendah.

Volatilitas tidak sama dengan resiko. Dalam hal ini volatilitas bisa digunakan untuk mengukur peluang resiko, namun secara langsung kamu tidak dapat menjadikannya patokan sebagai sumber resiko dalam transaksi valas. Sejatinya resikonya sama, hanya saja dampak dari resikonya lebih tinggi karena jumlah transaksi yang ada juga besar.

GBP USD pasangan mata uang

Contoh yang mudah untuk kamu pahami ada pada pasangan GBP/USD dimana dalam hari yang sama memiliki pergerakan pips yang tinggi. Jika kamu menyimak chart dibawah, ada perbedaan nilai yang tinggi pada hari yang sama antara harga GBP dan USD yang naik pada pembukaan harga di 1.3040 menjadi 1.3175. Kamu bisa menghitung dari jumlah pips antara GBP dan USD dimana 0,0001 per pip. Sehingga pada hari tersebut tanggal 3 Mei 2019, pasar memiliki volatilitas tinggi dengan perbedaan sebesar 135 pips.

Jika kamu melakukan trading pada tanggal tersebut, kamu bisa saja meraup keuntungan tinggi dikarenakan volatilitas yang tinggi, namun lain halnya jika candle bar nya berwarna merah. Kamu malah cenderung mengalami rugi besar jika bertransaksi pada saat pasar jatuh.

Pergerakan pasar valas yang tinggi biasanya didominasi oleh GBP/USD, EUR/JPY, GBP/JPY, dan EUR/USD. Namun hal ini tidaklah mutlak karena kadang kala sebuah pasangan mata uang bisa memiliki volatilitas tinggi yang disebabkan oleh gejolak ekonomi dan politik ataupun isu internasional yang menerpa salah satu atau kedua mata uang tersebut. Ketidakpastian ini yang menyebabkan pergerakan cenderung tinggi karena hanya sebagian pihak yang bisa memanfaatkan peluang yang tinggi ini namun dengan resiko yang tinggi pula.

Pengertian volatilitas bisa berbeda terutama jika menyangkut antara fluktuasi harga pada nilai saham dan selisih harga sepasang mata uang asing.

Volatilitas Saham

Secara spesifik, volatilitas saham adalah standar deviasi yang dihitung secara tahunan yang kemudian digunakan untuk mengukur resiko saham tersebut di tahun berikutnya. Beberapa nilai saham memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan saham yang lain. Hal ini disebabkan jumlah transaksi yang berbeda juga mengakibatkan perubahan harga secara signifikan dalam rentang waktu yang singkat.

Akan tetapi, secara fundamental nilai dari sebuah harga saham cenderung stabil, hanya saja jika kamu bertransaksi saham untuk mengambil keuntungan dalam periode waktu yang singkat, maka saham dengan volatilitas tinggi akan lebih memiliki potensi untuk naik harganya secara cepat, walaupun resiko nya juga jadi lebih tinggi.

Dalam saham, kamu bisa mengukur volatilitas dengan menggunakan data historis dan juga data perdagangan hari ini.

a. Historical Volatilitas

Perhitungan volatilitas dengan data saham terdahulu bisa jadi sangat berguna dengan anggapan bahwa nilai saham tersebut bisa mencerminkan perilaku di masa depan. Nilai volatilitas ini dihitung per tahun dengan mencari nilai rata-rata dari tingkat volatilitas harian saham saat perdagangan dibuka.

Untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi, maka akan lebih baik untuk melihat jenis-jenis saham yang memiliki volatilitas tinggi namun dengan resiko yang juga cenderung tinggi. Walaupun begitu, jika kamu berniat untuk berinvestasi, nilai fundamental saham tidak semena-mena ditentukan dari jumlah aktivitas pada hari tersebut. Walaupun hal ini berefek besar bagi day trader.

b. Implied Volatilitas

Sedangkan implied volatilitas merupakan metrik yang digunakan untuk menganalisa perubahan pasar dalam rentang waktu terkini dari sebuah nilai saham. Cara ini bisa kamu gunakan dalam memprediksi perubahan harga ke depan sekaligus memperkirakan jumlah permintaan dan penawaran saat itu.

Faktor yang mempengaruhi langsung implied volatilitas dimulai dari frekuensi permintaan dan penawaran. Dimana saat sebuah saham sedang banyak permintaannya, maka harganya cenderung akan naik, begitu pula sebaliknya.

Dengan adanya statistik perhitungan implied volatilitas ini, kamu bisa memprediksi estimasi pergerakan sebuah nilai saham dalam periode waktu tertentu. Namun, kamu tidak bisa memprediksi arah naik turunnya saham. Jadi kamu harus jeli melihat pergerakan saham, apakah akan naik atau malah turun jika sebuah saham sedang memiliki tingkat implied volatilitas yang tinggi.

Volatilitas Valuta Asing

Sedangkan jika kamu merujuk pada perdagangan valuta asing, volatilitas adalah frekuensi trading yang terjadi dalam suatu periode waktu dan mempengaruhi nilai pasangan valuta asing yang diperdagangkan. Bagi kamu yang ingin mencari keuntungan tinggi, maka perdagangan pasangan valas yang populer seperti GBP/USD dan EUR/JPN bisa menjadi pilihan terbaik.

perdagangan pasangan valas

Hal ini disebabkan tingginya tingkat volatilitas kedua pasangan tersebut sehingga kamu bisa meraup keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Jangan lupa walaupun potensi keuntungan naiknya tinggi, resiko turunnya nilai sebuah mata uang juga sama besarnya karena itu jenis trading ini dikenal dengan high risk dan high return.

Sedangkan banyak pasangan valas yang lain, beberapa memiliki volatilitas yang rendah sehingga naik turunnya nilai pasangan mata uang juga cenderung lebih stabil. Karena itu potensi keuntungan lebih rendah jika dibandingkan dengan pasangan valas yang tingkat volatilitasnya lebih tinggi. Begitu pula dengan resikonya.

Mengukur Volatilitas Valas

Ada beberapa cara untuk mengukur tingkat volatilitas valuta asing mulai dari Moving Averages, Bollinger Band, hingga Average True Rang. Dimana ketiga-tiganya digunakan dalam chart untuk menghitung rata-rata dari pergerakan valas. Seperti pada cara Moving Averages dimana pergerakan ditunjukkan dari jarak candle dari garis rata-rata. Dimana semakin jauh jaraknya, berarti tingkat volatilitasnya semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya.

Sebuah harga dinyatakan memiliki volatilitas tinggi saat fluktuasi harga mencapai ratusan pips per hari. Seperti contoh di awal, pasangan GBP/USD pada tanggal 3 Mei 2019 mengalami volatilitas tinggi, dimana mencapai 135 pips dalam transaksi di hari tersebut.

Kesimpulan

Sekarang kamu sudah mengerti bukan apa itu volatilitas? Kita sudah membahas tentang volatilitas sampai definisi masing-masing dalam perdagangan saham maupun valuta asing.

Yang perlu diingat dari arti volatilitas adalah pergerakan harga yang dapat digunakan sebagai tolak ukur dari market mood saat itu. Fluktuasi ini terjadi karena nilai transaksi yang populer pada jenis saham atau pasangan valas tertentu. Selain itu, faktor analisa fundamental juga bisa mempengaruhi nilai jual atau beli yang cepat. Mulai dari keluarnya pendapat analis, penawaran umum perdana saham (IPO), berita ekonomi dan politik, serta pengaruh psikologis lainnya.

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *