Tentang Kami

Manusia adalah makhluk yang senantiasa berkembang, demikian juga kebutuhannya. Seiring perjalanan waktu, kebutuhan kita berkembang menjadi semakin kompleks. Cara-cara konvensional yang dahulu dapat digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan tersebut kini tidak lagi dapat digunakan. Pekerjaan konvensional yang dahulu dapat kita percayai sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan hidup nyatanya kini semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan kita. Kebutuhan kita akan berbagai hal berkembang pada skala yang begitu cepat, namun tidak diiringi oleh perkembangan kemampuan ekonomi yang berkembang sama cepat. 

Kita tidak lagi bisa hanya bergantung pada sistem ekonomi konvensional untuk bisa bergerak selaras dengan perkembangan zaman. Sektor keuangan yang berkembang sangat pesat turut menjadi alasan kuat mengapa kita harus bisa mengembangkan suatu kemandirian ekonomi.

Hasan Putra - Founder

Hasan PutraHal inilah yang mendorong saya untuk mendirikan Trading Indo. Perkenalkan, saya adalah Hasan Putra, pendiri Trading Indo. Sebagai seseorang yang lahir dan tumbuh berkembang di Jakarta, saya mengetahui betul tantangan hidup yang dialami oleh masyarakat Jakarta secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum. Dari interaksi saya dengan masyarakat, saya belajar banyak hal tentang kondisi hidup masyarakat. Hal ini membuat saya menyadari satu hal. Masyarakat Indonesia masih belum siap menghadapi perkembangan zaman, terutama di sektor keuangan. Masyarakat kita masih terikat pada cara pandang dan praktik keuangan konvensional. Sayangnya, meski masyarakat menganggap hal ini lebih sesuai dengan gaya hidup dan selera mereka, hal yang berbeda terjadi pada sektor keuangan global maupun nasional. 

Hal inilah yang kemudian mendorong saya melakukan karya nyata. Saya pun memilih sektor keuangan sebagai cara saya mengabdi bagi masyarakat. Tentu, hal ini saya lakukan bukan tanpa tujuan. Sejak awal, saya mengabdikan diri untuk mencari solusi terbaik dalam menghadirkan solusi atas berbagai kondisi keuangan yang dialami oleh masyarakat.

Berbekal latar belakang pendidikan yang saya peroleh di salah satu universitas ternama dan pengalaman di bidang keuangan, saya kemudian mendirikan Trading Indo. Tak hanya diri saya sendiri, demi mewujudkan komitmen besar ini, saya turut memperkuat Trading Indo dengan para tenaga ahli di berbagai bidang, baik dari keuangan maupun bidang pendukung lainnya. Tenaga ahli kami juga memiliki pengalaman kerja nyata di dunia kerja. Hal ini secara khusus saya pilih agar kami dapat memahami lebih baik segala dinamika yang dialami masyarakat dalam kehidupan sehari-hari kita.

Motivasi dan Tujuan

keluarga asia menggambar di papan tulisSeluruh pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki, kami gunakan untuk menghadirkan solusi keuangan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Dari sinilah lahir gagasan untuk membangun Trading Indo, sebuah pusat edukasi dan literasi keuangan di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, kami dengan mantap menatap masa depan Trading Indo sebagai pusat edukasi dan literasi keuangan terdepan di Indonesia yang mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat dari berbagai kalangan, tanpa terkecuali.

Sejak awal saya mendirikannya, Trading Indo telah saya maksudkan sebagai sebuah tempat yang akan membantu masyarakat dalam mendapatkan pengetahuan yang lebih lengkap, mendalam, dan komprehensif tentang dunia keuangan. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa tanpa kehidupan keuangan yang terencana, mustahil bagi seseorang untuk mencapai kemandirian dalam hidup.

Mencapai Tujuan Utama

sebuah keluarga dengan senang hati berjalan dan berpegangan tanganSelain itu, kondisi masyarakat Indonesia yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan serta mereka yang harus berhadapan dengan lintah darat turut mendorong lahirnya gagasan untuk mencapai kemandirian keuangan yang inklusif bagi semua kalangan. Tujuan ini dicapai dengan menghadirkan nasihat keuangan di beragam sektor. Pasar saham, mata uang kripto, hingga perdagangan valuta asing hanya beberapa dari banyak pengetahuan keuangan menarik yang dapat diperoleh masyarakat di tempat ini.

Dengan menyajikan informasi ini, saya berharap masyarakat bisa memiliki pengetahuan yang lebih lengkap tentang sektor keuangan serta pemanfaatannya untuk menjawab seluruh kebutuhan keuangan mereka. Kita dapat belajar bahwa uang bukan semata-mata alat untuk membayar sesuatu, tapi lebih dari itu. Uang adalah pembentuk kehidupan dan dengannya kehidupan yang sejahtera dapat dicapai dengan lebih efektif. Dalam hal ini, saya berharap agar Trading Indo dapat menjadi sarana edukasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengetahui instrumen investasi yang tersedia saat ini serta mengenalinya lebih lanjut. Namun, yang paling utama adalah menggunakan instrumen investasi tersebut secara optimal sehingga dapat membentuk masa depan keuangan yang lebih baik. 

Dengan cara ini, di Trading Indo, kami ingin mengambil bagian dalam membangun literasi keuangan yang mencakup seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Baik secara langsung maupun tidak langsung, Trading Indo turut mengambil bagian dalam memajukan peradaban dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan mengetahui dan menggunakan instrumen investasi yang tepat, masyarakat Indonesia tidak hanya bisa menyelesaikan kebutuhan jangka pendek, tapi juga menengah dan panjang.

Oleh karena itu, saya dan semua tenaga di Trading Indo berkomitmen menghadirkan informasi serta nasihat keuangan yang terlengkap dan terbaik di seluas mungkin sektor. Hal ini penting karena sektor keuangan akan senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Dengan turut berkembang selaras perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, kami mampu menghadirkan jawaban tepat bagi seluruh kalangan masyarakat yang mencari cara untuk membangun kehidupan yang sejahtera dan mandiri secara finansial.

Dengan hadirnya Trading Indo, saya berharap masyarakat Indonesia mampu memiliki pengetahuan keuangan yang kuat dan mandiri secara finansial terutama untuk jangka panjang. Trading Indo berkomitmen mengambil peran besar guna membantu masyarakat mencapai kemandirian finansial sehingga tidak lagi terikat dengan pihak lain.