fbpx

Mengapa Suku Bunga Adalah Bagian Penting Ekonomi Makro Indonesia

Suku Bunga Adalah

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Istilah suku bunga tidak lepas dari setiap proses pinjaman. Ini dilakukan agar pemodal mendapatkan keuntungan dari aset yang dipinjamkan. Jadi apa itu suku bunga?

Suku bunga adalah komisi yang dibebankan karena kamu dipinjamkan uang oleh pihak pemberi pinjaman, biasanya dipotong berdasarkan persentase dari nominal pinjaman tadi. Jadi jika kamu meminjam uang untuk membeli rumah tinggal misalnya, atau cicilan kendaraan bermotor, kamu sebenarnya selain membayar hutang pinjaman, juga sekaligus bunga dari pinjaman tadi. Coba saja kamu kalikan cicilan per bulan dengan tenor cicilan, pasti hasilnya diatas nominal harga jika kamu beli secara tunai. Nilai tersebut adalah jumlah dari pinjaman dan bunga.

Suku bunga biasa ditentukan oleh bank, dan pengaruh dari suku bunga bank menjalar ke banyak sektor ekonomi dan jenis kredit lain. Berikut kelebihan dan kelemahan tinggi dan rendahnya suku bunga terhadap ekonomi makro Indonesia.

Suku bunga tinggi Suku bunga rendah
Rupiah menguat Rupiah melemah
Devisa menurun Ekspor meningkat
Kecenderungan untuk menyimpan uang Kecenderungan untuk belanja
Inflasi turun Inflasi naik
Cicilan naik Cicilan turun
Tabungan menghasilkan bunga lebih tinggi Tabungan menghasilkan bunga lebih rendah

Kita akan membahas lebih lanjut dibawah tentang arti suku bunga itu sendiri dan pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia secara langsung. Selain itu juga akan ada beberapa contoh pinjaman dan bunga serta perhitungannya yang biasa kamu temui sehari-hari.

Pengertian Suku Bunga

Uang kertas Indonesia

Pengertian suku bunga bisa dijelaskan dalam bentuk pinjaman pribadi atau kredit usaha, walaupun banyak juga penerapannya dalam bentuk kredit mobil, rumah tinggal sampai belanja. Kreditur biasanya menawarkan suku bunga rendah bagi debitur yang memiliki resiko rendah, berarti peminjam memiliki kapasitas besar untuk menyelesaikan tagihan mereka. Sedangkan pinjaman beresiko cenderung akan dibebankan suku bunga yang lebih tinggi.

Walaupun peminjam menentukan sendiri tingkat suku bunga pinjaman mereka lewat produk pinjaman, kompetisi untuk mendapatkan debitur bisa juga memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat suku bunga. Hal ini kembali pada prinsip ekonomi, supply dan demand. Saat masyarakat tidak tertarik untuk meminjam karena suku bunga yang tinggi, maka bank akan menurunkan tingkat suku bunga untuk tetap mendapatkan keuntungan dalam bentuk bunga. Begitu sebaliknya.

Suku bunga adalah komisi dari uang yang dipinjamkan. Kamu membayarkan komisi kepada bank untuk dapat menggunakan uang milik mereka dengan jaminan kemampuan untuk membayar kembali dalam bentuk komisi tadi sebagai asuransi. Apalagi dengan kecenderungan melemahnya nilai Rupiah setiap tahunnya, sekitar 5%, pastinya bank akan merugi jika meminjamkan uang dengan bunga lebih rendah dari 5%. Belum lagi kita bicara penanggungan resiko dan biaya administrasi lainnya.

Selain dari penilaian resiko debitur, ada beberapa faktor lain yang berpengaruh pada tingkat suku bunga. Bisa dimulai dari tingkat inflasi, keterbatasan peredaran uang tunai atau tingginya permintaan pinjaman. Saat tingkat suku bunga meningkat, ekonomi makro akan tertekan karena tidak tersedianya kredit yang terjangkau. Sehingga hal ini akan berpengaruh pada laba perusahaan dan kebijakan moneter pemerintah.

Pengertian Suku Bunga Bank

Pengertian suku bunga bank bisa dijelaskan dalam contoh berikut. Kamu yang meminjam uang untuk membeli mobil misalnya. Dengan DP sebesar 20 juta untuk mobil seharga 220 juta. Sisa 200 juta akan dibayar oleh bank untuk kamu cicil selama 5 tahun. Berarti setiap tahun kamu harus membayar 40 juta. Nilai ini belum termasuk komisi atau bunga bank yang dibebankan ke peminjam.

Jika bunga pinjaman sebesar 10% per tahun, maka kamu harus membayar bunga sebesar 4 juta (10% dari 40 juta). Jadi total cicilan per tahun sebesar 44 juta. Atau jika kita ubah dalam bentuk bulanan, sebesar 44/12 = Rp. 3,6 juta per bulan.

Hal yang sama bisa diterapkan dalam bentuk cicilan lain, misalnya saja kartu kredit. Cicilan jenis ini cenderung memiliki bunga yang lebih tinggi, karena resiko untuk pembayaran juga lebih tinggi. Coba bayangkan saat kamu membeli mobil, BPKB bisa menjadi jaminan. Sedangkan kartu kredit, hanya bertumpu pada perusahaan tanpa jaminan nilai yang pasti.

Suku bunga bank yang naik biasanya juga berimbas pada bunga deposito yang tinggi. Ini banyak dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia untuk mengontrol ekonomi dan nilai tukar Rupiah di pasar Internasional.

Pengertian Suku Bunga Kredit

Pengertian suku bunga kredit memiliki arti harga yang harus debitur bayarkan per bulannya dalam bentuk cicilan kredit kepada bank. Seperti contoh diatas, suku bunga kredit untuk cicilan mobil sebesar 4 juta dari 40 juta. Atau jika kita hitung dalam bentuk persentase adalah sebesar 0,83% per bulan. Nilai ini lebih rendah dari kebanyakan suku bunga yang dibebankan ke kartu kredit. Karena seperti penjelasan diatas, resiko yang ditanggung jauh lebih besar.

Sedangkan kredit dengan resiko yang rendah seperti cicilan rumah tinggal, biasanya bahkan bisa lebih rendah lagi.

Contoh Perhitungan Suku Bunga

Pasti banyak dari kita yang diharuskan untuk memiliki program cicilan untuk membeli rumah. Hal ini disebabkan modal awal yang cukup besar dan sulit untuk dicapai dengan cara menabung. Cara lain yang paling mudah adalah dengan membayar down payment untuk selanjutnya dicicil lewat program pinjaman dari bank, seperti di BTN. Kamu bisa mencoba simulasi KPR mereka. Kemudahan cicilan rumah tinggal disebabkan adanya kepastian dari nilai rumah sendiri sebagai jaminan, jadi resiko kredit macet tetap teratasi dengan penjualan kembali properti terjamin, dan nilainya yang terus meningkat setiap tahunnya.

Jika kita menjadikan program cicilan rumah sebagai contoh. Misalnya harga rumah tinggal tipe 48 sebesar Rp. 250 juta. Dengan DP yang harus dipersiapkan sebesar Rp. 10 juta uang tunai. Berapa nilai cicilan yang harus dipersiapkan debitur? Untuk memperjelas arti dari apa itu suku bunga, mari kita lihat simulasi dari variabel diatas.

Rumus untuk menentukan berapa besar nilai yang harus dibayarkan adalah:

Modal awal x suku bunga x masa cicilan

Dalam hal ini, untuk suku bunga sebesar 10% per tahun dan masa cicilan selama 10 tahun , maka:

Rp. 300 juta x 10% x 10 tahun

Maka bunga tiap tahun yang harus dibayarkan adalah Rp. 30 juta. Totalnya sebesar Rp. 300 juta untuk 10 tahun.

Cicilan yang harus dibayar per tahun sebesar Rp. 600 juta : 10 tahun = Rp. 60 juta per tahun atau Rp. 5 juta per bulan selama 120 bulan.

Pembiayaan cicilan rumah tinggal biasanya memiliki suku bunga rendah. Hal ini karena resiko kredit bisa tertanggung dalam nilai properti itu sendiri. Beda hal nya dengan kredit lainnya seperti kartu kredit, cicilan mobil, pinjaman online, sampai jenis pinjaman lain yang memiliki suku bunga yang jauh lebih tinggi.

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Ekonomi Indonesia

Suku Bunga Terhadap Ekonomi Indonesia

Definisi suku bunga dasar kredit menurut OJK adalah bunga bank yang dibebankan kepada peminjam berdasarkan penetapan suku bunga. Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi halaman ini: SBDK OJK.

Suku bunga tersebut sebenarnya ditentukan dari banyak faktor seperti kondisi ekonomi Indonesia. BI lah yang sebenarnya menentukan tingkat suku bunga. Saat Bank Indonesia menetapkan tingkat suku bunga yang tinggi, maka tingkat biaya cicilan akan meningkat. Karena hal ini, maka masyarakat akan berfikir ulang setiap melakukan kredit. Juga, inflasi memiliki dampak terhadap peningkatan suku bunga.

Untuk mengatasi inflasi, BI akan menetapkan kebijakan modal yang lebih baik, memperketat supply uang tuniai, atau dengan cara peningkatan rasio hutang. Dalam ekonomi yang memiliki suku bunga yang tinggi, masyarakat akan lebih condong untuk menyimpan uang mereka di bank, karena akan mendapatkan keuntungan lewat bunga. Salah satunya adalah deposito. Beberapa tahun lalu, bunga deposito bisa lebih tinggi dari banyak jenis investasi lain, apalagi OJK menjamin uang tersebut dalam plafon diatas 7%.

Ekonomi sebenarnya malah lebih bisa distimulasi lewat tingkat suku bunga yang rendah, karena perusahaan akan lebih bisa menggenjot produksi mereka lewat pinjaman dengan bunga rendah. Terlebih, dengan lebih banyak orang yang tidak melihat deposito sebagai investasi lagi, masyarakat akan lebih berinvestasi dalam aset beresiko seperti saham, dimana akan lagi menguntungkan perusahaan. Perputaran uang ini dapat berpengaruh baik pada perkembangan ekonomi.

Walaupun begitu, ada saja penyebab inflasi yang mengakibatkan suku bunga kembali naik. Penyebab inflasi di Indonesia beragam, namun faktor utamanya ada di infrastruktur yang sampai saat ini masih terus digenjot. Apalagi, dengan terlalu banyak likuiditas di pasar, semakin banyaknya permintaan akan meningkatkan harga jual.

Kesimpulan

Jadi mari kita ulang kembali apa itu suku bunga?

Suku bunga adalah proporsi dari nilai yang dipinjamkan dimana kreditur (yang meminjamkan) menagih bunga dari debitur (peminjam), yang biasanya diekspresikan dalam bentuk persentase tahunan. Nilai ini biasanya merupakan tingkat bunga yang ditentukan kreditur untuk dapat meminjam dana, atau nilai persentase yang dibayarkan bank kepada nasabah yang menyimpan uang di bank.

Semua orang bisa meminjam uang, namun dengan resiko pembebanan bunga. Kelebihannya pasti kamu bisa menggunakan uang milik orang lain demi kepentingan kamu, namun kekurangannya kamu tetap harus mengembalikan uang tersebut, plus dengan bunga. Semakin lama durasi peminjaman, maka pengembalian juga akan lebih tinggi.

Walaupun ada bunga yang menjadi lebih rendah seiring tingginya durasi pinjaman, misalnya kartu kredit. Saat periode cicilan ditambah, bunga dari awalnya 0,99% bisa menjadi 0,75% contohnya, namun tetap saja sebenarnya kamu membayar bunga lebih tinggi jika kamu akumulasikan periode tambahan tersebut ditambah dengan bunga yang harus kamu bayarkan.

Suku bunga akan mempengaruhi bagaimana kamu membelanjakan uang dan berinvestasi. Saat suku bunga tinggi, pinjaman bank akan lebih mahal. Masyarakat dan perusahaan akan condong untuk mengurangi pinjaman dan beralih pada tabungan. Hasilnya pinjaman berkurang dan perusahaan menjual lebih sedikit. Ekonomi akan melambat. Jika hal ini terus terjadi, ekonomi Indonesia bisa beralih ke resesi.

Karena hal itulah pemerintah Indonesia harus terus menjaga kestabilan ekonomi lewat Bank Indonesia. Saat ekonomi melambat, Bank akan memberikan stimulus lewat tingkat suku bunga yang lebih rendah. Hal ini akan menyebabkan perusahaan dan masyarakat untuk berbelanja dan melakukan pinjaman untuk meningkatkan produksi. Hasilnya perputaran uang akan semakin banyak dan ekonomi menjadi lebih berkembang.

Keputusan yang dibuat Bank Indonesia bisa menjadi pedoman kamu untuk menentukan saat yang tepat untuk melakukan investasi. Kamu bisa mengurangi resiko saat akan membuat keputusan finansial seperti melakukan pinjaman usaha atau bahkan pinjaman kredit. Sampai pemilihan pembelian/penjualan saham dan obligasi.

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

iq option penipu
Uncategorized

IQ Option Review – Benarkah IQ Option Penipu?

IQ Option adalah platform trading online yang menyediakan berbagai macam aset termasuk CFD (Contract for Difference), Valas, Cryptocurrency, saham, dan berbagai pasangan mata uang. Lalu,