Moving Average Adalah Indikator Dalam Analisis Teknikal

Moving Average Adalah

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Definisi dari moving average adalah rata-rata dari sejumlah angka tetap dalam durasi tertentu. Dalam penerapannya untuk mengestimasi sebuah tren berjalan, kamu harus menentukan durasi yang kamu inginkan sesuai dengan harapan transaksi yang akan kamu lakukan.

Moving average sejatinya adalah ilmu dari statistika, namun bisa sangat aplikatif untuk diterapkan dalam trading karena berlandaskan data yang akurat. Kelemahannya, tetap indikator ini tidak mampu memprediksi secara sempurna, walaupun kamu bisa memperpendek durasi dalam penerapan moving average menjadi 20 hari (1 bulan) misalnya, untuk mendapatkan pergerakan yang paling aktual.

Selanjutnya kita akan mulai membahas tentang apa itu moving average dengan lebih detail, sampai ke rumus dari masing-masing simple moving average, serta cara menggunakan indikator ini dalam trading. Kamu juga akan belajar tentang bagaimana cara paling efektif untuk menentukan tren dan tingkat support resistansi dari sebuah pergerakan harga.

Pengertian Moving Average

Pengertian moving average adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam analisa teknikal, dimana bisa membantu untuk memperhalus pergerakan harga dengan menghilangkan beberapa fluktuasi harga yang kurang relevan. Aplikasi indikator ini bukan untuk memprediksi arah harga selanjutnya, melainkan untuk mengetahui tren yang sedang berlaku sekarang.

Namun pada akhirnya kamu bisa menggunakan beberapa kurva moving average sekaligus untuk memastikan tren yang sedang berjalan yang akan kita bahas lebih lanjut dibawah.

Ada dua jenis moving average yang paling banyak digunakan. Yang pertama adalah simple moving average (SMA) dan yang kedua adalah exponential moving average (EMA). Jika pada simple moving average memperlihatkan grafik yang lebih diperhalus pergerakannya, pada EMA lebih berfokus pada penekanan fluktuasi pergerakan harian.

Kebanyakan penggunaan moving average adalah untuk mengidentifikasi arah tren dan menentukan tingkat support dan resistansi dari sebuah pergerakan harga. Kamu bisa menerapkan indikator ini saja untuk mendapatkan manfaatnya, atau dengan tambahan indikator teknikal lainnya seperti MACD, Bollinger Bands sampai McClellan Oscillator.

Simple Moving Average

analisa teknikal fluktuasi pergerakan harian

Simple moving average adalah indikator yang dihasilkan melalui perhitungan harga rata-rata dari sebuah aset dalam sebuah durasi yang diinginkan. Seperti namanya, moving average berarti rata-rata yang bergerak. Data lama akan dihapus kemudian digantikan dengan data yang baru masuk. Hal ini menghasilkan grafik moving average untuk bergerak sesuai dalam time frame waktu yang sama.

Berikut contoh yang menunjukkan moving average dengan durasi 5 hari yang bergerak dalam 3 hari.

Harga penutupan harian hari 1 sampai hari 7: 15, 16, 17 ,18, 19, 20, 21.

Hari pertama untuk moving average durasi 5 hari: Rata-rata dari (15, 16, 17 ,18, 19) adalah 17.

Hari kedua untuk moving average durasi 5 hari: Rata-rata dari (16, 17 ,18, 19, 20) adalah 18.

Hari ketiga untuk moving average durasi 5 hari: Rata-rata dari (17 ,18, 19, 20, 21) adalah 19.

Untuk hari pertama moving average, perhitungannya adalah dalam 5 hari terakhir (15, 16, 17 ,18, 19). Di hari kedua, nilai 15 digantikan dengan nilai keluaran baru, yaitu 20. Pada hari ketiga, nilai 16 digantikan dengan nilai terbaru 21.

Untuk contoh diatas, data poin terus mengalami kenaikan konstan dari 15 menjadi 21 dalam durasi 7 hari. Perhatikan juga nilai moving average yang juga mengalami kenaikan dari 17, 18 menjadi 19 dalam tiga hari kalkulasi.

Beginilah perhitungan mudah dari simple moving average dan penerapannya dalam pergerakan kurva berjalan. Jika kita perhatikan untuk hari ke 7, nilai 21 berada di atas kurva MA (moving average) dimana ada di nilai 19. Berarti tren sedang naik. Walaupun untuk memastikan tren ini, kami merekomendasikan kamu untuk menggunakan beberapa kurva MA sekaligus dengan rentang durasi yang berbeda.

Exponential Moving Average

Sedangkan exponential moving average (EMA) mengurangi lag dengan lebih mengaplikasikan bobot yang lebih berat pada harga terkini. Penentuan bobot ini banyak dipengaruhi oleh durasi yang dipilih. Perbendaan EMA dengan simple moving average ada pada kalkulasi yang digunakan. Kamu membutuhkan durasi lebih dari 10 hari untuk menhitung sebuah EMA 10 hari yang akurat.

Ada tiga langkah untuk menghitung exponential moving average. Langkah pertama, lakukan perhitungan SMA untuk menentukan nilai awal dari EMA. Langkah kedua, hitung bobot yang ingin diterapkan. Yang ketiga, kalkulasi exponential moving average harian antara nilai awal EMA dan hari ini menggunakan harga, bobot dan nilai periode EMA sebelumnya.

Walaupun sebenarnya simple moving average lebih banyak digunakan karena lebih mudah, kemudian penerapan dalam beberapa kurva sekaligus dapat berfungsi secara efektif dalam menentukan tingkat support dan resistansi sebuah pergerakan aset. Belum lagi fungsinya dalam penentuan tren dalam sebuah durasi tertentu.

Rumus Moving Average

Rumus moving average digunakan untuk menentukan nilai harian sehingga bisa diterapkan dalam chart berbentuk grafik. Walaupun ada banyak platform yang bisa kamu gunakan untuk menghitung MA dari sebuah pergerakan harga, tidak ada salahnya untuk kamu tahu dari mana angka tersebut muncul agar pemahaman kamu tentang indikator ini semakin mendalam.

Nantinya, kamu bisa lebih mengerti kelebihan dan kekurangan dari indikator ini dan bagaimana menggabungkannya dengan beberapa indikator lain untuk mengatasi kelemahan maupun memperkuat kelebihannya.

Cara menghitung moving average yaitu dengan menggunakan rumus berikut dimana cukup mudah dimengerti. Kamu tinggal menjumlahkan harga penutupan sesuai dengan durasi yang kamu inginkan dan dibagi dengan durasi tadi.

Rumus Moving Average

Dimana:

A adalah rerata dalam periode n

n adalah jumlah periode yang digunakan

Rumus simple moving average diaplikasikan dengan menghitung rata-rata dari aset dalam sebuah periode tertentu yang ditampilkan dalam bentuk n. Hasil akhirnya bisa diterapkan dalam chart. Dimana pergerakan harga akan terlihat lebih halus karena rerata yang ditampilkan dari beberapa harga sebelum dan setelahnya tidak terlalu ekstrim.

Penggunaan Moving Average Dalam Trading

Moving average memang bergerak satu langkah lebih lambat dari harga pasar saat ini karena memang diukur menggunakan harga terdahulu. Semakin jauh durasi indikator yang digunakan, maka semakin besar perbedaannya dibandingkan harga sekarang.

Durasi yang digunakan juga sangat dipengaruhi oleh arah trading. Jika kamu lebih suka trading jangka pendek, maka kamu bisa menggunakan durasi moving average yang lebih singkat. Pada umumnya, penggunaan MA durasi 50 harian dan 200 harian banyak dipakai oleh investor karena ada banyak sinyal trading yang bisa diketahui dari sana.

Cara Menggunakan Moving Average

Cara menggunakan moving average bisa dilihat saat dua rerata sinyal saling berseberangan. Sebuah kurva MA yang menanjak menandakan aset tersebut sedang naik sedangkan MA yang sedang turun juga mengisyaratkan adanya penurunan.

Memprediksi tren dari pasar saham tidaklah mudah. Walaupun kamu tidak bisa memprediksi secara sempurna pergerakan yang bakal terjadi, kamu bisa memprediksi kecenderungan harga menggunakan analisa teknikal ini.

Indikator moving average bisa dengan sangat mudah untuk kamu kustomisasi. Dimana durasi pergerakan bisa kamu pilih untuk menentukan MA yang kamu harapkan. Beberapa durasi yang populer adalah 20, 50 sampai 200 hari. Semakin pendek durasinya, semakin sensitif lah dia dengan perubahan harga. Namun semakin jauh durasinya, misalnya 200 hari, maka akan semakin tampak jelas pergerakan harga dan mulus rerata untuk aset dalam durasi terkait.

Kamu bisa memilih dengan menyesuaikan kebutuhan trading kamu, apakah untuk jangka pendek atau jangka panjang. Kemudian kamu bisa menerapkan beberapa MA sekaligus untuk memprediksi tren berjalan yang akan kita bahas dibawah.

Menentukan Tren Berjalan

Kelebihan lain dari moving average yaitu untuk menentukan tren yang sedang berjalan. Cara paling mudahnya adalah dengan memasukkan satu hasil periode moving average dalam chart kamu. Saat harga sekarang berada di atas kurva moving average, maka sinyal tersebut menandakan sedang bergerak naik.

Sebaliknya, saat harga saat itu sedang berada di bawah kurva moving average, maka hal tersebut menandakan harga sedang bergerak turun.

Namun kamu harus lebih berhati-hati dalam menentukan tren dari satu kurva MA. Contoh kasus saat sebuah aset tiba-tiba sedang bergerak naik cepat hari itu. Dari bawah kurva ke bagian atas. Dan kamu berfikir jika tren saat itu sedang naik sehingga kamu memutuskan untuk membeli banyak aset tersebut dengan harapan tren tersebut akan berlangsung cukup lama karena baru saja naik. Namun yang terjadi bisa saja harga tersebut turun dengan signifikan dan menjadikan kamu rugi.

Karena itu banyak trader menggunakan beberapa kurva moving average sekaligus alih-alih hanya menggunakan satu kurva. Metode ini akan memperlihatkan sinyal yang lebih jelas apakah tren yang sedang berlangsung sedang naik atau turun.

Saat tren naik, MA dengan durasi yang lebih singkat seharusnya berada di bagian atas kurva dengan MA yang durasinya lebih panjang. Sedangkan saat tren turun, berlaku sebaliknya. Contohnya, untuk MA jangka 10 hari dan MA jangka 20 hari. Saat tren naik, MA durasi 10 hari akan berada di atas MA durasi 20 hari.

Karena itu kamu bisa lebih objektif dalam melihat pergerakan aset, terutama dalam menentukan tren. Terutama dengan cara penggabungan beberapa kurva MA dengan durasi yang berbeda. Kamu juga bisa menambah indikator lain, ataupun pengetahuan tentang aset terkait. Sehingga kamu bisa mengambil keputusan untuk melakukan aksi yang sesuai dengan lebih akurat.

Kesimpulan

Moving average adalah rerata dalam satu durasi pergerakan harga yang diperhalus sehingga indikator ini dapat dimanfaatkan dalam beberapa bentuk. Mulai dari membaca tren, sampai menentukan tingkat support dan resistansi dari sebuah pergerakan harga.

Kita juga sudah membahas tentang cara membaca moving average, dimana kamu bisa menggunakan beberapa kurva moving average sekaligus dengan rentang durasi yang berbeda. Dimana bisa memperjelas tren yang sedang berjalan. Tren naik bisa diketahui dengan memperhatikan rentang MA durasi pendek ada diatas rentang MA durasi yang lebih panjang. Begitu pula sebaliknya.

Semoga penjelasan ini bisa membantu kamu memanfaatkan indikator moving average dalam setiap aksi trading yang kamu lakukan. Pemahaman ini bisa berguna saat kamu menerapkan beberapa indikator sekaligus dalam memprediksi pergerakan harga. Semoga sukses.

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

Binomo Review
Uncategorized

Binomo Review: Diskusi Mendalam

Binomo adalah broker binary options yang berfokus pada pelayanan pada anggotanya dengan menawarkan jenis trading yang menarik, layanan pelanggan dan bantuan analisa secara langsung. Binomo