fbpx

Margin Adalah Istilah Yang Anda Harus Tahu Sebagai Trader

margin adalah

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti margin adalah (1) laba bruto, (2) tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual pasar, (3) deposit atau uang muka oleh investor dengan atau tanpa makelar yang merupakan pembayaran sebagian atau harga beli saham atau komoditas.

Dalam dunia trading, margin merupakan istilah yang umum dipakai dan wajib dipahami. Jadi, apa yang dimaksud dengan margin dalam perdagangan saham atau forex? Apakah kita perlu menggunakan margin dalam trading? Menurut Forbes.com, saat menggunakan margin, kita harus bijaksana. Nah, bagaimana penggunaan margin yang benar? Mari kita membahas apa itu margin dalam artikel ini.

Margin Dalam Perdagangan Saham

Bagi investor saham, istilah margin adalah menjadi makanan sehari-hari. Dalam perdagangan saham, Anda sebagai investor membutuhkan modal dana yang cukup besar. Hal ini karena pembelian saham dihitung dalam satuan lot, dengan 1 lot=100 lembar. Sedangkan, harga beli saham dihitung per lembar. Jika Anda ingin membeli saham satu lot, Anda tentu akan membutuhkan modal yang besar. Namun, sekarang Anda tidak perlu lagi risau dengan keterbatasan modal yang Anda miliki. Ada fasilitas margin trading yang siap menangani pembelian saham Anda.

Margin Trading Dalam Perdagangan Saham

pialang saham

Arti margin trading adalah sebuah metode perdagangan saham dengan memakai dana yang disediakan pihak ketiga. Di sini, yang dimaksud dengan pihak ketiga adalah perusahaan sekuritas (broker). Fasilitas margin trading ini memungkinkan Anda untuk membeli saham dalam jumlah yang lebih banyak.

Sebagai contohnya, Anda memiliki modal sebesar Rp 3juta untuk membeli saham. Harga saham yang ingin Anda beli adalah Rp 1.000 per lembar. Jika menggunakan modal yang Anda miliki, seharusnya Anda bisa membeli 3.000 lembar saham atau 30 lot. Dalam pembelian saham ini, Anda memakai fasilitas margin trading. Anda mendapat pinjaman sebesar Rp 2juta, dan mampu membeli tambahan 20 lot saham. Sehingga saham yang dapat Anda beli sebanyak 50 lot atau 5.000 lembar saham.

Margin trading memiliki limit atau batasan yang berbeda-beda dari setiap perusahaan sekuritas. Ada perusahaan sekuritas yang memiliki limit rendah, ada yang hingga Rp 500juta. Tentu saja margin trading ini tidak cuma-cuma, pasti ada collateral atau agunan. Metode ini biasanya dijamin dengan saham-saham yang ada di akun Anda sebagai investor yang meminjam. Selain itu, Anda sebagai peminjam akan dikenakan bunga, sama seperti prinsip umumnya ketika kita berhutang. Besaran bunga pun berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas.

Cara Kerja Margin Trading

Ketika margin trading dimulai, Anda akan diminta menentukan persentase margin dari total order. Persentase ini berkaitan dengan leverage ratio atau rasio perbadingan antara dana yang Anda miliki dengan dana pinjaman dari broker atau perusahaan sekuritas. Tingkat leverage dalam margin trading di pasar saham umumnya 2:1. Misalnya, jika Anda ingin membuka trading Rp 10juta dengan leverage 10:5, maka Anda harus menyediakan modal sebesar Rp 5juta.

Margin trading  bisa dipakai untuk membuka posisi buy (beli) ataupun posisi sell (jual). Jika Anda melihat posisi long, ini berarti harga saham akan naik. Jika Anda melihat posisi short, ini menunjukkan bahwa harga saham akan turun. Hal yang perlu kita pahami adalah perusahaan sekuritas atau broker berhak untuk memaksa penjualan saham yang menjadi aset kita, jika market bergerak ke arah yang berlawanan dari posisi perusahaan sekuritas atau broker (tentu saja dalam batas-batas tertentu).

Di Mana Bisa Menggunakan Margin Trading?

Sayangnya, kita memang tidak bisa menggunakan fasilitas margin trading ini di semua semua saham di Bursa Efek Indonesia. Menurut pengumuman BEI No . Peng-00025/BEI.OPP/01-2017 tanggal 25 Januari 2017, ada 61 saham yang dapat diperdagangkan dengan fasilitas ini. Berikut ini adalah daftarnya:

  1. AALI – Astra Agro Lestari Tbk
  2. ADHI – Adhi Karya (Persero) Tbk
  3. ADRO – Adaro Energy Tbk
  4. AKRA – AKR COrporindo Tbk
  5. ANTM – Aneka Tambang (Persero) Tbk
  6. ASII – Astra International Tbk
  7. ASRI – Alam Sutera Realty Tbk
  8. BBCA – Bank Central Asia Tbk
  9. BBNI – Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  10. BBRI – Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  11. BBTN – Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  12. BEST – Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk
  13. BJBR – Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
  14. BJTM – Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk
  15. BKSL – Sentul City Tbk
  16. BMRI – Bank Mandiri (Persero) Tbk
  17. BMTR – Global Mediacom Tbk
  18. BSDE – Bumi Serpong Damai Tbk
  19. CPIN – Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  20. CTRA – Ciputra Development Tbk
  21. ELSA – Elnusa Tbk
  22. EXCL – XL Axiata Tbk
  23. GGRM – Gudang Garam Tbk
  24. GJTL – Gajah Tunggal Tbk
  25. HMSP – Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
  26. ICBP – Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  27. INCO – Vale Indonesia Tbk
  28. INDF – Indofood Sukses Makmur Tbk
  29. INTP – Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
  30. ITMG – Indo Tambangraya Megah Tbk
  31. JPFA – Japfa Comfeed Indonesia Tbk
  32. JSMR – Jasa Marga (Persero) Tbk
  33. KAEF – Kimia Farma (Persero) Tbk
  34. KLBF – Kalbe Farma Tbk
  35. KREN – PT Kresna Graha Investama Tbk
  36. LPKR – Lippo Karawaci Tbk
  37. LPPF – Matahari Department Store Tbk
  38. LSIP – Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
  39. MIKA – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
  40. MLPL – Multipolar Tbk
  41. MNCN – Media Nusantara Citra Tbk
  42. MYRX – Hanson International Tbk
  43. PBRX – Pan Brothers Tbk
  44. PGAS – Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
  45. PPRO – PT PP Properti Tbk
  46. PTBA – Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
  47. PTPP – Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
  48. PWON – Pakuwon Jati Tbk
  49. SCMA – Surya Citra Media Tbk
  50. SMGR – Semen Indonesia (Persero) Tbk
  51. SMRA – Summarecon Agung Tbk
  52. SRIL – PT Sri Rejeki Isman Tbk
  53. SSMS – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
  54. TBIG – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
  55. TLKM – Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  56. UNTR – United Tractors Tbk
  57. UNVR – Unilever Indonesia Tbk
  58. WIKA – Wijaya Karya Tbk
  59. WSBP – PT Waskita Beton Precast Tbk
  60. WSKT – Waskita Karya (Persero) Tbk
  61. WTON – Wijaya Karya Beton

Margin Dalam Forex

rupiah dan dolar

Apa itu margin dalam perdagangan forex? Istilah margin tidak hanya ada dalam perdagangan saham saja. Dalam perdagangan forex, istilah margin juga sangat familiar di antara para traders. Pengertian margin dalam saham dan forex pada dasarnya sama. Perbedaannya hanya dalam perdagangan forex, Anda tidak menggunakan uang sesungguhnya atau riil, di mana nilainya lebih rendah dari ukuran transaksinya.

Margin Trading Dalam Forex

Pada prinsipnya, margin trading dalam forex hampir sama dengan margin trading dalam perdagangan saham. Perbedaan paling mendasar adalah margin trading dalam forex dihitung dalam satuan nilai. Misalnya Rp 1juta dalam sistem margin trading dapat ditransaksikan dengan dana yang lebih kecil, contohnya 0,5% nilai aslinya, jadi sekitar Rp 5.000.

Hal ini terjadi karena Anda tidak memerlukan uang riil untuk transaksi dalam perdagangan forex. Untuk bisa melakukan beli dan jual mata uang, Anda hanya perlu bertransaksi dengan nilainya, bukan dengan uang sungguhan. Untuk membuka sebuah order, Anda harus menyediakan uang sebagai jaminan transaksi. Jaminan inilah yang disebut margin dalam forex.

Cara Kerja Margin Trading

Seperti yang sudah kita bahas di atas, kita tidak menggunakan uang sesungguhnya dalam perdagangan forex. Hal inilah yang membuat leverage ratio-nya berbeda dengan margin trading di pasar saham. Untuk perdagangan forex, leverage ratio untuk margin  berbeda-beda. Jumlah margin bergantung dari leverage ratio yang Anda gunakan. Semakin besar leverage, semakin kecil margin yang Anda bayarkan sebagai jaminan atas transaksi.

Hal yang perlu diperhatikan dalam perdagangan forex adalah besarnya margin yang dibutuhkan dalam membuka posisi trading bisa saja selalu berbeda-beda karena pengaruh harga saat ini. Untuk mengetahui  berapa margin yang diperlukan untuk membuka posisi, Anda bisa menggunakan rumus ini:

(Harga saat ini x ukuran lot x nilai kontrak) / leverage

Sebagai contohnya, Anda menggunakan leverage 1:100 dan ingin membeli 1 lot EUR/USD dengan harga 1,1242. Jika dihitung menggunakan rumus di atas, maka Anda membutuhkan besaran margin:

(1,1242 x 1 x 100.000) / 100 = $1,124.2

Apa Yang Perlu Diingat?

untung, rugi dan risiko

Dalam perdagangan forex, penggunaan leverage yang tinggi bisa menghasilkan margin kecil. Tapi yang perlu diingat, margin kecil bukanlah alasan untuk memperbesar transaksi agar keuntungan (profit) semakin banyak. Hubungan antara margin keuntungan ini tidak salah, tapi juga tidak selalu benar. Dalam perdagangan forex, tidak hanya keuntungan (profit) saja yang perlu diperhitungkan, tapi juga risiko kerugian (loss).

Contohnya begini, Anda dan saya masing-masing memiliki dana $5000. Anda menggunakan leverage 1:200, sedangkan saya menggunakan 1:500. Ketika Anda hendak membuka posisi beli, Anda merasa 1 lot saja sudah cukup karena margin sudah sebesar $500 (10% dari keseluruhan balance). Sementara saya berpikir 1 lot masih terlalu kecil. Dengan leverage 1:500, saya hanya perlu menyiapkan dana $200. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli 2,5 lot sehingga marginnya menjadi $500.

Dalam kasus di atas, margin Anda dan saya sama. Namun, besar keuntungan atau kerugian yang akan kita hasilkan berbeda. Hal ini karena keuntungan dan kerugian dalam forex bukan ditentukan oleh margin, tapi ditentukan oleh ukuran transaksi. Yang saya lakukan di kasus di atas memang memperbesar peluang keuntungan, tapi juga saya meningkatkan risiko kerugian.

Coba kita lanjutkan perhitungannya. Seandainya nilai per pip 1 lot standard=$10, maka nilai untuk 2,5 lot=$25. Jika harga merosot sebesar 100 pip, maka kerugian Anda hanya $10 x 100 = $1000. Sedangkan saya akan menderita kerugian sebesar $25 x 100 = $2500.

Dari kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan leverage harus disertai dengan pemahaman tentang risiko kerugian. Bagi trader pemula yang mengejar keuntungan, penggunaan leverage tinggi bisa disalahgunakan untuk memperbesar transaksi karena menganggap akan mendapat keuntungan yang lebih besar. Memilih leverage tinggi karena ingin margin kecil untuk transaksi yang besar sangat berisiko. Margin tidak menentukan besar keuntungan atau kerugian, karena yang menentukan adalah besar transaksi Anda. Pengertian profit harus diimbangi dengan pemahaman risiko loss.

Nah, setelah mempelajari apa itu margin, kita sudah tahun bahwa margin adalah fasilitas yang sebenarnya mempermudah kita dalam perdagangan saham atau forex. Dan sekarang Anda dapat dengan lebih bijak memutuskan langkah dalam perdagangan saham atau forex. Menggunakan margin dalam perdagangan saham atau forex memerlukan trik tersendiri. Kami harap artikel ini dapat membantu Anda untuk mengambil keputusan dan Anda selalu mendapatkan keuntungan. Selamat ber-trading!

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

iq option penipu
Uncategorized

IQ Option Review – Benarkah IQ Option Penipu?

IQ Option adalah platform trading online yang menyediakan berbagai macam aset termasuk CFD (Contract for Difference), Valas, Cryptocurrency, saham, dan berbagai pasangan mata uang. Lalu,