fbpx

Hedge fund Adalah Cara Investasi Masa Kini

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Dunia investasi kaya akan beragam metode untuk menghasilkan uang. Salah satunya adalah hedge fund. Dikenal sebagai salah satu platform investasi yang sukses mengembangkan berbagai negara maju di dunia mulai dari Amerika Serikat hingga Saudi Arabia, Indonesia pun mulai melirik metode investasi ini.

Tapi, sebelum melangkah lebih lanjut, apa yang sebenarnya dimaksud dengan hedge fund? Bagaimana metode investasi ini bekerja dan apa saja keuntungan yang ditawarkannya kepada para investor?

Apa Itu Hedge Fund?

Dalam dunia investasi, hedge fund diartikan sebuah metode investasi yang melakukan pengumpulan dana dari para investor. Umumnya, para pihak yang terlibat dalam investasi ini berasal dari golongan atas. Pengelolaannya pun dilakukan secara privat oleh manajer investasi.

Tipe investasi ini cukup unik karena berorientasi pada pencarian keuntungan sebesar-besarnya melalui seluruh teknik investasi yang memungkinkan. Bahkan, istilah hedge fund kerap dihubungkan dengan investasi yang mencari untung di segala kondisi, terlepas dari pergerakan pasar yang naik atau turun.

Di sisi lain, kita dapat memahami hedge fund sebagai sebuah kontrak investasi yang mengikat beberapa investor privat yang pengelolaannya dilakukan oleh seorang fund manager. Pola investasi ini memungkinkan fund manager untuk memperoleh imbal jasa berdasarkan performa investasi yang dilakukannya. Hal ini disebut juga dengan performance fee.

Sementara jika ditinjau dari teknik pengelolaannya, pengelolaan hedge fund dapat dilakukan baik dengan menggunakan pola agresif, derivatif, maupun leverage sesuai dengan platform investasi yang dipilih. Pemilihan dilakukan seraya mempertimbangkan upaya untuk memperoleh imbal hasil seoptimal mungkin.

Hal yang mungkin diingat banyak orang dari hedge fund adalah terbatasnya pihak yang melakukan metode investasi ini. Faktanya, hedge fund umumnya hanya dilakukan oleh para investor yang berasal dari golongan ekonomi atas. Sama halnya dengan fund manager yang direkrut, para investor tersebut juga diwajibkan memiliki akreditasi tersendiri.

Dari segi regulasi, hedge funds relatif tidak terikat dengan peraturan sebanyak metode lain di pasar investasi, baik berupa saham, reksa dana, maupun praktik lainnya.

Pemahaman Lebih Lanjut Tentang Apa Itu Hedge Fund

rupiah indonesia dan alat investasi lainnya

Dalam sebuah pasar investasi, keberadaan hedge fund biasanya dilakukan setelah adanya identifikasi yang jelas terhadap peluang pasar tertentu. Metode investasi ini memiliki risiko yang sangat besar. Oleh karena itu, biasanya pasar yang dipilih untuk mengembangkan hedge fund terbukti mampu menawarkan imbal balik yang tinggi. Hal ini berlaku baik untuk pasar saham, reksa dana, maupun sektor keuangan lainnya.

Teknik investasi yang dilakukan cukup beragam. Umumnya, fund manager akan melakukan strategi investasi berdasarkan platform yang dipilih. Variasi terkait aspek fundamental terkait gaya investasi, risiko, dan faktor lainnya akan turut mempengaruhi strategi investasi yang dipilih oleh pengelola investasi hedge fund terkait.

Pada platform perdagangan mata uang misalnya, manager hedge funds diberikan keleluasaan untuk mengelola dana investasi. Beragam teknik investasi dapat dilakukan, termasuk menggunakan praktik short selling.

Dari segi hukum, hedge funds umumnya diberlakukan sebagai kemitraan investasi dengan lingkup terbatas. Metode investasi ini biasanya melibatkan investor dari pihak swasta hingga perusahaan. Hal ini karena jumlah dana yang dibutuhkan sangat besar.

Sementara terkait fleksibilitas, istilah hedge fund merujuk pada sebuah investasi yang relatif tidak likuid/cair. Hal ini karena pada hedge fund mewajibkan Anda selaku nasabah untuk menyimpan sejumlah dana selama jangka waktu tertentu. Biasanya dana harus disimpan minimal 1 tahun. Periode penyimpanan dana ini dikenal juga dengan istilah penguncian dana.

Setelah periode tersebut berakhir, manager investasi akan memperbolehkan Anda untuk menarik dana. Hanya saja, penarikan dana akan dibatasi. Umumnya, investor hanya bisa menarik dana maksimal setiap 3 bulan sekali.

Apa Itu Hedge Fund? Mari Menilik Sejarah

Sejarah mencatat bahwa hedge fund pertama kali diperkenalkan ke industri keuangan pada tahun 1949. Kala itu, Alfred Winslow Jones, A.W. Jones & Co menjadi pihak yang pertama kali memperkenalkan konsep ini.

Konsep ini terlahir dari rasa ingin tahu dirinya untuk mengelola secara mandiri dana investasi yang dimilikinya.

Pada langkah awal, ia mengumpulkan dana dari berbagai nasabah hingga mencapai $100.000. Jumlah ini sudah termasuk dana yang berasal dari kantongnya sendiri. Ia pun kemudian mengelola seluruh dana tersebut sambil berupaya meminimalkan risiko. Pasar saham jangka panjang menjadi pilihannya kala itu. Teknik penjualan kembali beragam saham dengan profit tinggi dalam waktu cepat pun dilancarkan.

Hal ini dilakukan sembari menggunakan leverage demi mengoptimalkan imbal hasil bagi para nasabah. Bagi Jones sendiri, tindakan ini cukup menguntungkan. Selain memperoleh imbal hasil dari modal yang ditempatkannya, ia juga memperoleh performance fee dari para nasabah hedge fund.

Perlahan-lahan, popularitas hedge fund mulai mengalami kenaikan. Hingga pada dekade 1960-an, investasi ala hedge funds di sektor keuangan sukses mengungguli beragam platform investasi lainnya. Saham termasuk salah satu di antaranya.

Meski demikian, sempat terjadi perubahan di tengah popularitas hedge funds yang kian menanjak tersebut. Tak sedikit pihak yang memilih untuk mengombinasikan hedge fund dengan perdagangan saham. Alih-alih menggunakan trading jangka pendek, banyak nasabah juga memilih untuk menggunakan leverage jangka panjang. Akibatnya, pada tahun 1969-1970, sempat tercatat kerugian besar hedge fund di sektor keuangan. Tiga tahun berselang, pada 1973-1974, industri keuangan dunia menyaksikan sejumlah besar penutupan hedge fund.

Kenali Ciri-Ciri Hedge Fund

sebuah tim yang mempelajari data di komputer

Apabila Anda berniat untuk mencari sektor investasi baru, hedge fund bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan profit yang baik. Namun, sebelumnya Anda harus mempelajari terlebih dahulu apa itu hedge fund serta ciri-cirinya.

Berikut beberapa karakteristik umum hedge fund yang berhasil kami rangkum.

Hanya Untuk Kalangan Terbatas

Metode hedge fund merupakan sebuah cara investasi yang hanya dapat diikuti oleh kalangan tertentu. Biasanya, para nasabah yang bergabung berasal dari ekonomi kelas atas yang memiliki nilai pendapatan setidaknya $100.000 per tahun.

Tingkat pendapatan yang demikian tinggi bukan tanpa maksud. Nasabah yang berasal dari tingkat ekonomi tersebut diharapkan sudah paham betul risiko dalam berinvestasi.

Seperti yang diketahui, hedge fund melibatkan investasi dalam beragam bentuk mulai dari reksadana, obligasi, bursa, dan lain sebagainya. Dengan tingkat pendapatan yang tinggi, para calon nasabah diharapkan memiliki pengetahuan mendalam tentang cara dunia investasi bekerja, termasuk dalam hal pengelolaan aset dan lain sebagainya.

Leluasa Memilih Metode Investasi

Investasi dalam bentuk hedge fund adalah opsi yang memungkinkan nasabah untuk berinvestasi pada beragam platform. Mulai dari saham, properti, mata uang asing, serta berbagai metode lainnya. Hal ini cukup berbeda dengan metode perdagangan lain yang hanya memungkinkan tindakan pada satu komoditas tertentu. Hal ini tentunya menawarkan keleluasaan bagi para pemilik modal. Anda dapat memilih platform penanaman modal yang paling sesuai dan menguntungkan dengan nominal modal yang Anda miliki saat ini.

Pemberlakuan Leverage

Karakteristik berikutnya dari hedge fund yakni penggunaan leverage. Leverage atau dana pinjaman merupakan dana yang digunakan oleh manajer investasi. Dimana dana ini dipergunakan untuk memperkuat imbal hasil dari aktivitas investasi.

Pengenaan Biaya

Dalam hal pengenaan biaya, hedge fund memiliki skenario yang sedikit berbeda dengan metode investasi lain.

Pengeluaran yang dikenakan kepada nasabah tidak hanya terkait dengan rasio pengeluaran. Nasabah juga akan dikenakan biaya kinerja atau yang acap kali disebut sebagai performance fee.

Adapun besaran biaya yang dikenakan kepada sang nasabah biasanya menggunakan format 2% untuk biaya manajemen aset serta 20% potongan dari setiap laba yang dihasilkan.

Beragam karakteristik diatas semoga dapat membantu Anda untuk menentukan jenis investasi tertentu tergolong hedge fund atau tidak.

Kesimpulan

pasangan senior Asia bersiap untuk menandatangani

Kesimpulannya, Anda dapat memahami metode investasi hedge fund sebagai metode investasi yang melibatkan para nasabah kelas kakap. Para nasabah dapat berasal dari perorangan maupun bisnis.

Pemilihan kategori ini bukan tanpa alasan. Kategori ekonomi ke atas dianggap mengetahui betul risiko besar yang dilibatkan dalam aktivitas ekonomi yang satu ini. Kelompok ini dianggap tidak hanya mengetahui tentang harga saham yang beredar di bursa, tetapi juga posisi risiko yang dilibatkan.

Hal menarik lainnya dari metode investasi ini adalah dana yang dikumpulkan dapat di investasikan ke berbagai sektor. Tidak ada batasan tertentu yang mengatur investasi pada suatu bidang serta bidang lain yang dilarang.

Sejauh para pemilik modal yang terlibat memiliki daftar bidang investasi yang harus dilakukan, maka pengelola investasi dapat dan bahkan wajib untuk memenuhinya. Hal inilah yang kemudian menuntut pihak pengelola tersebut untuk menguasai seluruh teknik perdagangan yang ada saat ini.

Perkembangan sektor ekonomi global juga sangat berpengaruh. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia hingga kebijakan negara dan lembaga keuangan global seringkali berpengaruh pada sektor ini. Hal ini diperkuat dengan peran media massa yang kerap menyebarluaskan beragam artikel tersebut dengan cepat.

Jika berhasil, seluruh keuntungan kemudian akan masuk ke akun para pemilik modal. Hal ini dilakukan setelah tentunya mengurangi biaya pengelolaan investasi dan biaya lain.

Hal lain yang perlu Anda ketahui tentang hedge fund adalah pada dasarnya, praktik ini dilakukan untuk mengurangi jumlah serta dampak risiko yang ditimbulkan terhadap modal yang ditanam. Di saat yang bersamaan, pengelola modal tersebut diberikan tanggung jawab untuk memberikan imbal balik setinggi mungkin bagi para pemilik modal. Pemilik modal bahkan diberikan keleluasaan untuk mengevaluasi kinerja pengelola modal berdasarkan log perdagangan dari pengelola terkait.

Akan tetapi, layaknya aktivitas penanaman modal lainnya, metode ini bukan berarti tanpa risiko. Berikut beberapa risiko dalam catatan kami yang penting untuk Anda ketahui.

  • Strategi terkonsentrasi dalam penanaman modal mampu mengekspos metode penanaman modal ini terhadap beragam potensi kerugian dalam jumlah besar
  • Para penanam modal diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang dan tidak mengambilnya dalam kurun waktu tertentu.
  • Penggunaan uang pinjaman menghadirkan risiko tersendiri. Jika disertai dengan pengelolaan yang tidak baik, leverage mampu berbalik arah menjadi biang dari kerugian dalam jumlah yang signifikan.
  • Layaknya sektor penanaman modal lainnya, metode ini sangat sensitif terhadap kebijakan global. Bahkan komentar para petinggi lembaga keuangan global hingga bocornya email atau surat terkait mampu mengubah arah aktivitas penanaman modal ini.

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *