fbpx

Pentingnya Tahu Earning Per Share Adalah

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Keuntungan perusahaan bisa membuat harga saham untuk meningkat, dan saat itu terjadi, investor juga mendapat untung. Jika sebuah perusahaan memiliki Earning Per Share yang tinggi, berarti perusahaan tersebut akan memiliki lebih banyak uang yang tersedia, baik untuk diinvestasikan kembali atau dibagikan ke pemilik saham dalam bentuk dividen. Dalam kedua kasus tersebut, investor sama-sama diuntungkan.

Secara singkat Earning Per Share adalah pendapatan perusahaan setelah dipotong pajak dan dividen, yang ditambahkan ke masing-masing lembar saham. Angka tersebut bisa dihitung dengan membagi pemasukan bersih dalam satu periode tertentu  baik itu setiap tiga bulan atau 6 bulan, dengan jumlah lembar saham dalam masa yang sama. Karena jumlah lembar saham bisa berubah, biasanya kamu harus menggunakan rata-rata terbobot untuk kasus seperti ini.

Dibawah, kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu EPS, analisa, rumus sampai contoh perhitungannya untuk memperdalam pemahaman kamu tentang EPS itu sendiri. Selamat membaca.

Pengertian Earning Per Share

pengamatan dan data-dataPengertian Earning Per Share bisa dipahami dengan lebih dalam lewat contoh berikut. Saat sebuah perusahaan meningkat pendapatannya, bisa menjadi indikasi jika perusahaan tersebut secara finansial berjalan baik dan memiliki potensi investasi yang memadai. Namun untuk menilai kesehatan finansial sebuah perusahaan, perhitungan ini memiliki batasan. Hal ini disebabkan perusahaan memiliki pilihan untuk membeli kembali saham mereka, dimana berarti nilai Earning Per Share bisa meningkat karena keuntungan perusahaan akan dibagi dengan jumlah lembar saham yang lebih sedikit tanpa meningkatkan untung bersih.

Dalam hal ini perusahan bisa memanipulasi investor untuk berfikir jika mereka memiliki performa lebih baik dari yang seharusnya. Lebih jauh, Earning Per Share tidak mengambil faktor tambahan seperti nilai hutang dalam perhitungannya.

Yang terakhir, earning per share tidak bisa mewakili modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan perusahaan. Jika ada dua perusahaan melapor angka keuntungan yang sama namun satu perusahaan menggunakan modal yang lebih sedikit, perusahaan tersebut memiliki performa yang lebih baik. Dan fakta ini tidak bisa ditampilkan lewat Earning Per Share.

Karena itu kamu sebagai seorang investor saham harus lebih teliti lagi dan melihat nilai EPS bukan sebagai satu-satunya bagian dari performa perusahaan. Akan tetapi sebagai penguat pengamatan dan data-data utama yang sudah kamu kumpulkan sebelumnya.

Analisa

Earning Per Share sama artinya dengan keuntungan lainnya, atau prospek rasio pasar. Semakin tinggi Earning Per Share selalu lebih baik dari pada rasio yang lebih rendah karena berarti perusahaan menghasilkan laba yang lebih banyak untuk dibagikan ke pemilik modal.

Walaupun banyak investor tidak banyak melihat nilai dari EPS, semakin tinggi rasio Earning Per Share seringkali membuat harga saham dari sebuah perusahaan meroket. Karena semakin banyak hal bisa memanipulasi rasio ini, investor cenderung untuk tetap melihat nilai ini, namun bukan sebagai faktor utama penentu keputusan mereka.

Ada sebagian investor saham yang condong untuk memilih jenis investasi yang membagikan dividen saham secara konsisten setiap tahunnya, dimana memang menjadi daya tarik tersendiri. Walaupun banyak perusahaan lain yang lebih memilih untuk menginvestasikan kembali kelebihan uang tunai dalam bentuk aset. Semuanya kembali pada preferensi dari masing-masing investor saham.

Rumus Earning Per Share

Seperti dalam pengertian EPS sebelumnya, Earning Per Share merupakan sebagian laba perusahaan yang dibagikan dalam setiap lembar saham. Istilah ini sangat penting bagi investor saham. Saat kamu menghitung nilai EPS, kami menyarankan untuk menggunakan rasio terbobot, dimana jumlah lembar saham bisa berubah seiring waktu berjalan.

Rumus Earning Per Share dapat dibagi dalam dua metode:

rumus eps

Yang pertama: Earning Per Share berupa pendapatan bersih setelah dipotong pajak dibagi total jumlah lembar saham yang beredar.

Yang kedua: Earning per share berbobot yaitu pendapatan bersih setelah dipotong pajak dikurang dividen terbatas yang dibagikan, baru kemudian dibagi total jumlah lembar saham yang beredar.

Jika kamu tertarik dengan pemasukan tetap dari kepemilikan saham, rasio EPS mampu memperlihatkan ruang bagi sebuah perusahaan untuk meningkatkan dividen mereka. Walaupun EPS sangat penting bagi investor, kamu tidak bisa melihatnya dari satu sisi saja. EPS dari sebuah perusahaan harus dibandingkan dengan perusahaan lainnya agar kamu bisa lebih objektif dalam melihat kondisi pasar barang/jasa yang ditawarkan.

Rumus lengkapnya berupa:

Jika kita perhatikan dari rumus diatas, dividen tidak termasuk dalam perhitungan laba bersih untuk dibagi ke dalam jumlah lembar saham yang beredar. EPS hanya menghitung pemasukan bagi pemegang saham biasa. Ada jenis dividen yang tetap dibagikan kepada pemilik saham tertentu yang tidak dimiliki oleh pemegang saham biasa.

Kebanyakan, EPS dihitung dalam laporan keuangan tahunan. Dikarenakan perusahaan sering kali mengeluarkan lembar saham baru untuk dijual sepanjang tahun, EPS berbobot digunakan dalam kasus ini untuk menghitung nilai yang lebih akurat. Nilai EPS berbobot bisa dihitung dengan menjumlahkan nilai awal dan akhir, kemudian dibagi dua.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca disini: Definisi EPS.

Contoh Perhitungan EPS

Earning Per Share adalah bagian dari laba perusahaan yang ditambahkan ke setiap lembar saham yang beredar. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, EPS saham dapat dihitung menggunakan rumus laba bersih dibagi jumlah lembar saham. Contoh perhitungan EPS adalah sebagai berikut.

Jika sebuah perusahaan memiliki laba 20 milyar dan membayar 2 milyar dibagikan ke dividen terbatas di tahun 2019. Kemudian ada 10 juta lembar saham di kuartal pertama 2019, 12 juta lembar saham di kuartal kedua atau rerata 11 juta lembar saham. Jika kita aplikasikan ke dalam rumusnya, maka:

Earning Per Share = (20 milyar – 2 milyar) : 11 juta = 18000 juta : 11 juta = Rp. 1.636,36 per lembar saham.

Seperti yang kita lihat, jika perusahaan tersebut membagikan setiap penghasilan mereka ke setiap lembar saham, maka setiap lembar saham akan memiliki tambahan nilai 1.636,36 Rupiah per lembar saham.

Jika kamu memiliki 100 ribu lembar saham atau 1 ribu lot, maka kamu akan mendapatkan Earning Per Share sebesar Rp. 163,36 juta untuk periode 2019.

Kesimpulan

Apa itu Earning Per Share?

Arti Earning Per Share, sama dengan pemasukan bersih per lembar saham, dimana merupakan rasio prospek pasar yang menghitung jumlah laba dari setiap lembar saham yang ada. Dengan kata lain, jumlah pemasukan perusahaan dibagi ke setiap satu lembar saham perusahaan di akhir tahun.

Dengan lebih spesifik, Earning Per Share adalah sebuah metrik yang dirancang secara hati-hati, biasa digunakan sebagai barometer untuk mengukur keuntungan per lembar kepemilikan saham perusahaan. Jadi, EPS menjadi bagian penting penentu harga saham.

Cara menghitung EPS juga ada dua, selain metode biasa, juga ada perhitungan EPS berbobot, dimana mengkalkulasikan dividen yang dibagikan secara khusus selain pada pemilik saham. Disini, kedua-duanya menggunakan variabel laba bersih setelah dipotong pajak, sehingga murni keuntungan perusahaan dalam periode tertentu. Penjumlahan kedua variabel tersebut, baru dibagikan dengan jumlah saham yang ada, untuk menghitung laba bersih per lembar saham.

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

iq option penipu
Uncategorized

IQ Option Review – Benarkah IQ Option Penipu?

IQ Option adalah platform trading online yang menyediakan berbagai macam aset termasuk CFD (Contract for Difference), Valas, Cryptocurrency, saham, dan berbagai pasangan mata uang. Lalu,