fbpx

Bullish Adalah Tren Naik Dan Bearish Adalah Tren Turun

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Bullish and bearish merupakan istilah yang banyak digunakan baik dalam dunia saham, komoditas hingga forex. Singkatnya, Bullish adalah terminologi yang digunakan saat pasar naik, sebaliknya Bearish adalah istilah saat pasar sedang turun.

Tidak berlebihan rasanya jika kita membahas kedua istilah ini dengan mendalam disini karena memiliki manfaat yang sangat penting untuk memastikan pergerakan setiap investasi yang kamu miliki.

Dibawah ini, selain membahas definisi dari dua istilah tersebut, kita juga akan memprediksi kapan bullish atau bearish berakhir. Kemudian menentukan waktu yang tepat bagi kamu untuk mulai berinvestasi memanfaatkan tren pasar yang ada.

Pengertian Bullish Dan Bearish

Secara umum, baik bullish maupun bearish merupakan dua istilah yang mengisyaratkan tren baik itu naik maupun turun daripada perubahan harga suatu portofolio. Pengetahuan ini sangat menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai buyhold atau sell.

Contohnya, saat kamu bisa memprediksi kapan tren turun akan berakhir, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang solid dengan berinvestasi dalam sebuah saham yang berada di titik terendah sambil menunggu nilai saham tersebut kembali ke titik ekuilibriumnya.

Begitupun sebaliknya, kamu bisa menghindari kerugian besar jika kamu tahu pasar sedang bearish, dan memutuskan untuk keluar dari pasar modal misalnya. Karena itu penting bagi setiap trader memahami arti kedua tren ini dan bagaimana cara untuk menentukan jangka waktu tren tersebut.

Mari selanjutnya kita bahas dengan lebih teliti masing-masing pengertian dari kedua istilah ini.

Apa Itu Bullish?

bullish adalah

Bullish adalah istilah yang digunakan saat momentum pasar sebuah portofolio investasi akan terus naik dalam jangka waktu tertentu.

Pengaruh yang menyebabkan bullish biasanya muncul saat indikator-indikator ekonomi menunjukkan sentimen positif. Hal ini menyebabkan tingkat kepercayaan diri pasar menjadi tinggi.

Saat tingkat pengangguran rendah, efek yang sama juga biasanya terjadi dimana akan lebih banyak investasi yang muncul ditunjang juga oleh daya beli tinggi di tingkat retail. Dimana hal ini akan berefek langsung pada kenaikan harga saham dan sektor bisnis pada umumnya. Uniknya lagi, efek ini berulang yang menyebabkan harga kembali naik lagi hingga saat pasar menyeimbangkan dirinya kembali.

Apa Itu Bearish?

bearish adalah

Sedangkan bearish adalah kebalikan dari bulllish, dimana momentum pasar portofolio investasi akan mengalami penurunan yang terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Pengaruh yang menyebabkan bearish bisa jadi dari sentimen yang sedang rendah-rendahnya, dimana sering disebabkan oleh tingginya tingkat pengangguran dan data ekonomi yang negatif seperti inflasi tinggi, hutang meningkat dan daya beli menurun.

Contoh yang bisa kita ambil ada pada tahun 2008 yang lalu, dimana pasar saham mengalami bearish. Parahnya pasar bearish di Indonesia dimulai dari kasus Bank Mutiara (sekarang bernama Bank Century: Ikuti disini rangkuman beritanya). Kasus ini hampir menjadi mata rantai yang menyebabkan kepercayaan diri masyarakat rendah terhadap instrumen finansial dan bank.

Solusi dari pemerintah saat itu agar pasar kembali percaya dengan lembaga finansial adalah dengan memberikan jaminan terhadap dana simpanan di bank untuk rekening di bawah 2 miliar. Ditambah bunga deposito yang sangat tinggi, dimana juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sejak saat itu, pasar modal kembali bergairah dan mulai naik kembali dikarenakan kepercayaan pasar terhadap lembaga finansial yang kembali tinggi.

Kapan Bullish Dan Bearish Berakhir?

saatnya membeli dan menjual

Bagi trader saham yang berpengalaman pasti tahu jika indikator ekonomi sangat berpengaruh pada aspek fundamental dari sebuah saham. Dan pasar saham ini juga berpengaruh signifikan pada pasar forex. Begitu juga sebaliknya. Karena itu sangat penting bagi kamu untuk mempelajari bukan hanya satu aspek aset saja, berbagai indikator bisa sangat bermanfaat untuk diperhatikan sekaligus.

Contoh Kasus Bullish Berakhir

Akhir dari pasar bullish adalah pada saat pasar sedang sangat optimis, tanpa menghiraukan lagi perhitungan resiko seperti yang terjadi pada tahun 2007 lalu. Kasusnya, di Amerika Serikat ada banyak properti terutama rumah yang dibangun dengan penjualan menggunakan kredit cicilan.

Saat beberapa orang mengalami kredit macet, hal ini tentunya tidak berpengaruh signifikan pada perekonomian saat itu. Namun saat sudah cukup banyak kredit macet terjadi, maka ekonomi runtuh karena bank tidak lagi memiliki likuiditas yang memadai. Properti berhamburan, namun tidak ada konsumen yang memiliki uang untuk membelinya.

Contoh Kasus Bearish Berakhir

Sedangkan akhir dari pasar bearish adalah pada saat pemerintah mengatur kembali kebijakan ekonomi mereka seperti suku bunga misalnya. Hal ini dapat menambah gairah investasi langsung dan bergeraknya bisnis retail dan peningkatan daya beli masyarakat.

Disini pasar saham cenderung bullish dan menjadi momentum kecil bagi pasar uang secara global. Jika kamu trader valuta asing, penting untuk melihat momentum ini karena kamu dapat manfaatkan di saat yang tepat.

Dua hal yang paling berpengaruh dari kasus-kasus diatas adalah pentingnya indikator ekonomi secara langsung pada aspek fundamental tiap aset di pasar.

Tidak bisa dipungkiri lagi, karena alasan inilah kamu harus terus mendapatkan berita-berita terbaru akan aset terkait dan menelitik kebijakan pemerintah dalam jangka waktu tertentu. Kemudian pertimbangkan aspek resiko bisnis dan mata rantai dari sumber krisis potensial seperti properti maupun lembaga finansial.

Waktu Investasi Yang Tepat

momentum pasar

Dengan pengetahuan akan kedua istilah ini, kamu bisa menggunakannya untuk berinvestasi di saat yang tepat. Gambaran umumnya, kamu akan lebih condong untuk menambah aset saat ia mulai bullish dan secepatnya melakukan aksi Jual saat ada resiko bearish untuk mengurangi kerugian dalam jumlah besar.

Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan:

  1. Selalu update informasi terkait aset yang kamu miliki. Tidak terbatas pada televisi dan koran cetak, kamu bisa unduh App Bloomberg di Android agar selalu mendapatkan berita terkini terkait portofolio kamu.
  2. Gunakan indikator teknikal dengan cara membaca chart seminggu sekali. Ada indikator yang bisa kamu gunakan khusus untuk membaca tren naik turun harga. Beberapa menggunakan perhitungan matematika berdasarkan harga penawaran. Yang lain menggunakan perbandingan aspek negatif dan positif yang mempengaruhi langsung aset tersebut. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, kamu bisa memilih mana yang paling tepat sesuai dengan aset yang kamu miliki.
  3. Selalu hitung aspek fundamental sebuah saham. Pada saat market sedang bearish sekalipun, bukan berarti kamu tidak boleh berinvestasi. Tetap ada kok saham-saham yang menunjukkan peningkatan, walaupun itu sulit untuk diprediksi. Namun jika kamu berpegang pada aspek fundamental ini, kamu bisa tahu saat sebuah aset undervalued, kamu bisa mencoba berinvestasi disana sekalipun pasar sedang turun.

Kesimpulan

Kita sudah membahas mulai dari pengertian bearish sampai dengan arti bullish baik itu dalam dunia saham, komoditas sampai valas. Arti bearish adalah momentum turunnya harga portofolio dengan jangka waktu tertentu. Sebaliknya, bullish adalah tren naiknya harga pasar atau portofolio.

Kamu juga harus waspada saat sebuah tren naik terlalu cepat, atau turun terlalu cepat, efeknya bisa jadi sebaliknya. Tren naik atau turun bisa sangat bermanfaat jika bisa kamu manfaatkan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Namun kamu tetap harus terus mempertimbangkan aspek fundamental dan teknikal dari sebuah aset agar resiko tinggi dapat kamu hindari untuk setiap transaksi yang kamu lakukan nantinya.

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *