fbpx

Apa Itu Forex? Yuk Bahas Secara Mendalam Disini

bagikan posting ini:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Ada banyak kisah sukses dalam trading forex yang mampu menghasilkan keuntungan berlipat-lipat dengan modal kecil dalam waktu singkat. Dengan segala potensinya, tidak jarang dijumpai kasus seperti Kevin Aprilio yang merugi milyaran rupiah karena bisnis ini. Mari simak lebih lanjut apa itu forex serta seluk beluk bisnis yang semakin booming ini.

Pengertian Forex

Beberapa dekade lalu, mayoritas masyarakat Indonesia masih awam dengan pengertian forex. Sekarang pun sebenarnya masih banyak orang sering mendengar istilah yang satu ini sebagai sebuah wujud bisnis sampingan yang bisa menghasilkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Potensinya memang sangat besar karena ada istilah leverage yang dapat menggandakan modal virtual kamu, sehingga kamu bisa bertransaksi dalam jumlah yang lebih besar dengan dana pinjaman dari broker.

Yuk kita bahas terlebih dahulu arti forex secara rinci. Setelah itu kita akan mendalami seluk beluk bisnis ini hingga analisa dan alat-alat yang bisa kamu aplikasikan secara langsung.

Apa itu forex? Forex sendiri merupakan singkatan dari foreign exchange. Yang berarti jual beli mata uang asing. Nantinya dalam pasar mata uang, kamu dapat membeli sebuah mata uang untuk kamu tukarkan dengan mata uang lain dengan kompensasi tertentu.

Contohnya, saat kamu menukarkan uang di money changer dimana kamu sedang berada di luar negeri. Kamu membeli 10.000 Yen saat kamu sedang di Jepang, maka untuk mendapatkan Yen tersebut kamu harus membeli dengan menukarkan Rupiah sebesar Rp. 1.300.800 (Kurs JPY/IDR 130,08 per 11 Juli 2019, cnbc).

Seperti contoh diatas, transaksi jual beli biasanya berkutat pada satu pasangan mata uang saja. Jika kamu ingin beralih pada aktivitas jual beli mata uang yang lain, maka pasar mata uang yang kamu perjualbelikan akan berbeda. Disini kita akan membahasnya di bagian selanjutnya.

Pengertian Forex Trading

grafik dan pasangan mata uang

Jika contoh sebelumnya berkisar pada pembelian mata uang asing sebagai kebutuhan kamu untuk menggunakannya di negara lain. Dalam pengertian forex trading, istilah ini banyak digunakan pelaku trading sebagai proses jual beli untuk semata-mata memperoleh keuntungan.

Apabila Yen dalam hal ini masih tetap kuat nilainya dan sebaliknya Rupiah goyah, maka nilai Rupiah akan melemah. Yang mana berarti kamu harus mengeluarkan lebih banyak Rupiah untuk mendapatkan sejumlah Yen yang sama. Bisa kamu bayangkan keuntungan yang kamu peroleh saat kamu menukarkan Yen kembali ke Rupiah saat kamu pulang tiba di Indonesia ketika Yen menguat, kamu mendapatkan Rupiah yang lebih banyak dari pada semestinya. Disini lah contoh keuntungan dalam transaksi bisnis ini.

Secara rinci, trading forex adalah proses pertukaran pasangan mata uang demi mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari naik turunnya nilai mata uang dibandingkan pasangannya.

Pasar valas jauh lebih cepat pergerakannya. Jika dibandingkan dengan pasar saham yang jelas keberadaan fisiknya, valas jauh lebih sulit ditebak dan secara fundamental lebih beresiko. Naik turunnya sebuah mata uang sangat bergantung pada:

  • Kondisi sosial
  • Politik
  • Kebijakan fiskal dan devisa
  • Ekonomi
  • Ekspor dan impor

Tertarik? Memang memprediksi naik turunnya nilai pasangan mata uang jauh lebih sulit dibandingkan saham, namun jika kamu memang memiliki keahlian baik dalam analisa fundamental maupun teknikal, bisnis yang satu ini bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan keuntungan dengan konsisten.

Volatilitas Pasangan Mata Uang

Dalam arti trading forex, volatilitas menentukan jarak pergerakan nilai suatu pasangan mata uang. Jadi jika kamu melakukan trading valas pada pasangan mata uang yang nilai volatilitasnya tinggi, maka tingkat keuntungan juga bisa kamu raih secara maksimal. Hanya saja, jika pasar sedang jatuh, hal sebaliknya bisa terjadi, yaitu turunnya nilai mata uang secara drastis dalam jangka waktu yang singkat.

Karena itu, trading pada pasangan mata uang dengan volatilitas tinggi sangat menarik bagi setiap trader yang ingin mendapatkan pergerakan nilai valas yang cepat. Dimana tentu saja, resiko yang harus siap ditanggung juga lebih besar.

Pasangan mata uang yang populer diperdagangkan dalam pasar forex terdiri dari:

  • Euro dan Dolar Amerika (EUR/USD)
  • Dolar Amerika dan Yen Jepang (USD/JPY)
  • Poundsterling Inggris dan Dolar Amerika (GBP/USD)
  • Dolar Australia dan Dolar Amerika (AUD/USD)
  • Dolar Amerika dan Franc Swiss (USD/CHF)
  • Dolar Amerika dan Dolar Kanada (USD/CAD)

Namun bukan berarti perdagangan valas yang memiliki volatilitas rendah tidak disukai banyak trader, bahkan bagi mereka yang memperhatikan resiko trading dengan seksama, transaksi pasangan mata uang ini bisa menjadi pilihan terbaik dibandingkan pilihan mata uang lainnya.

Secara fundamental pun, pasangan mata uang tidak bergantung pada tingkat volatilitasnya untuk mengarah pada naik turunnya nilai valas. Jadi yang perlu kamu perhatikan adalah analisa fundamental dan analisa teknikal suatu pasangan mata uang.

Analisa Forex

TRY USD dalam lima tahun terakhir

Kasus mata uang Lira menjadi sangat menarik untuk kita ulas karena dengan mudah dapat kita tarik sejarah turunnya mata uang tersebut dibandingkan mayoritas mata uang di dunia karena gejolak politik yang terjadi.

Isu politik yang tidak kunjung usai mempengaruhi secara langsung aspek ekspor impor negara tersebut, apalagi dengan adanya perang dagang dengan Amerika yang membuat Lira turun nilainya hingga 39% pada tahun 2018 saja (Sumber: Statistictimes).

Analisa Fundamental

Sebelum trading dalam bisnis forex, ada dua tipe analisa yang perlu kamu ketahui. Yang pertama adalah analisa fundamental. Yaitu analisa yang lebih menekankan aspek nilai dari sepasang mata uang. Sehingga kamu perlu memperhatikan dengan baik perubahan pada aspek kebijakan ekonomi dan sosial dari bank sentral negara terkait.

Secara rinci, data yang perlu kamu dapatkan untuk melakukan analisa fundamental terdiri dari:

  • Tingkat ekspor dan impor
  • Jumlah pengangguran
  • Kebijakan bank sentral
  • Kondisi politik
  • Aspek finansial mulai ekonomi makro, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dll.

Semua data ini tidak semena-mena bisa diterjemahkan dalam naik atau turunnya sebuah pasangan mata uang. Namun yang perlu kamu perhatikan lebih lanjut adalah perilaku dan ekspektasi pasar valas.

Walaupun saat inflasi tinggi, jika ekspor sedang digenjot, maka devisa secara langsung akan masuk mengalir ke kas negara sehingga secara natural mata uang negara tersebut akan menguat. Begitu pula sebaliknya jika inflasi sedang rendah, bukan berarti ekonomi negara tersebut sedang baik, kamu harus memperhatikan lebih lanjut perihal kebijakan bank sentral dalam penggunaan devisa untuk memperkuat mata uang.

Karena hal ini hanya bersifat sementara dan malah devisa negara bisa terbebani. Ekspektasi pasar dalam tingkat inflasi dan deflasi bisa bermacam-macam dan kamu harus siap dengan banyaknya analisa dan tindakan yang muncul dalam bentuk perilaku pasar forex.

Dengan begitu, kamu bisa tahu tren umum dari sebuah mata uang. Jika prospek ekonomi sedang bagus, maka mata uang tersebut cenderung akan menguat. Sebaliknya saat ekonomi sedang bergejolak, maka kemungkinan besar mata uang tersebut akan melemah. Namun tetap kamu harus memperhatikan kedua pasangan mata uang yang diperdagangkan untuk kamu bandingkan.

Analisa Teknikal

Untuk analisa teknikal dalam forex bergantung dalam pembacaan chart dan tren yang terjadi pada saat itu. Ada banyak alat dan metode yang dapat kamu gunakan mulai dari Moving Average sampai dengan Oscillator.

Sederhananya, langkah utama dalam analisa teknikal adalah menetapkan timeframe trading, pasang indikator dan mulai transaksi. Tiga langkah ini dapat menjadi pondasi kamu dalam menguasai aspek teknis dari perdagangan valas.

Untuk menentukan timeframe, kamu bisa mengambil pilihan pada chart untuk timeframe mulai dari hitungan menit bahkan hingga mingguan atau bulanan. Dikarenakan pergerakan mata uang yang sangat cepat dan beresiko tinggi, ada baiknya untuk tidak menganggap forex sama halnya dengan saham.

Karena kedua hal tersebut jauh berbeda. Walaupun sebuah pasangan mata uang bisa dianalisa secara fundamental, akan tetapi hal ini dengan cepat bisa berubah seketika sesuai dengan berita politik dan ekonomi saat itu.

Jika kamu trader pemula alangkah baiknya untuk mulai memilih dengan timeframe harian (D1). Atau jika kamu trading pasangan mata uang dengan volatilitas tinggi, ubah timeframe ke hitungan menit (M5 atau M15).

Pemilihan indikator juga tidak kalah pentingnya. Seperti halnya Moving Averange yang cocok untuk kamu gunakan pada pasangan valas dengan volatilitas tinggi. Kamu bisa memilih indikator ini pada platform trading yang kamu gunakan dalam transaksi elektronik. Setiap indikator memiliki keunggulan masing-masing. Jadi tidak ada salahnya untuk mulai belajar satu demi satu indikator forex populer, sehingga kamu siap terapkan kapan saja.

Pentingnya Analisa Teknikal dan Fundamental

Kedua jenis analisa ini harus pelajari oleh pemain forex. Hal ini disebabkan momen Jual/Beli yang kamu lakukan sangat dipengaruhi oleh analisa teknikal. Sedangkan aspek fundamental berpengaruh pada pergerakan valas secara general. Jika kamu dapat menguasai kedua aspek ini, maka mayoritas trading yang kamu lakukan akan berhasil mendapat keuntungan.

Kerugian tidak dapat kita hindari dan ini merupakan resiko dari bisnis ini. Kadangkala data yang kamu kumpulkan pun tidak selalu lengkap sehingga bisa saja nilai valas turun tanpa diduga-duga, atau sebaliknya, pasangan satunya naik dengan signifikan sehingga kamu pun bisa rugi.

Karena itulah diversivikasi valas itu penting. Dan kamu selayaknya tidak menggunakan seluruh budget trading dalam satu pasangan mata uang. Untuk lebih lengkapnya silakan simak bagian “manajemen resiko”.

Potensi Keuntungan

trading forex

Seperti yang sudah kita sebutkan di awal dalam pembahasan dari apa itu forex, leverage memainkan peranan penting dalam sebuah transaksi. Sebuah kontrak pembelian mata uang bisa ditingkatkan sampai 100 kali untuk transaksi di broker Indonesia. Contohnya kamu mendepositkan uang sebesar Rp. 1 juta maka dengan aplikasi leverage sebesar 1:100, kamu dapat melakukan transaksi sebesar Rp. 100 juta.

Karena itulah leverage dalam forex bagai pedang bermata dua. Dimana kamu bisa untung berkali-kali lipat walaupun peningkatan pasangan mata uang berselisih dalam satu digit persentase saja.

Di lain pihak, dengan penggunaan sistem ini, uang yang kamu depositkan juga bisa langsung habis walaupun turunnya mata uang hanya 1% saja.

Manajemen Keuangan

Disinilah manajemen uang memainkan peranan penting. Manajemen uang dalam forex adalah perencanaan dan strategi untuk menggunakan setiap modal uang yang kamu miliki demi kepentingan bisnis jangka panjang.

Kamu bisa memecah transaksi yang kamu lakukan dalam beberapa lot pasangan mata uang yang berbeda. Misalkan saja satu pasangan uang dengan volatilitas tinggi seperti GBP/USD. Sedangkan yang lainnya bisa menggunakan pasangan IDR/USD. Selain bisa menjadi potensi trading, penyimpanan uang dalam bentuk USD bisa lebih bernilai dalam jangka panjang dikarenakan tingkat inflasi yang cenderung lebih rendah dibandingkan mata uang Rupiah.

Manajemen Resiko

Manajemen resiko dalam forex bisa kamu terapkan dalam penggunaan leverage yang lebih rendah. Coba saja kamu tidak menggunakan leverage sama sekali, kamu bisa membatasi kerugian secara signifikan. Jadi pembatasan leverage bisa jadi alternatif dalam manajemen resiko terhadap pasangan mata uang yang tidak kamu yakini pergerakannya.

Kemudian trading pada pasangan valas dengan volatilitas rendah juga bisa menjadi pilihan jika kondisi pasar sedang tidak stabil. Hal ini mencegah pergerakan harga secara signifikan sehingga kamu tidak perlu khawatir akan resiko signifikan dalam hitungan hari.

Semua kembali kepada keyakinan dan riset yang kamu lakukan. Batasi resiko pada pasangan mata uang yang tidak kamu yakini 100%. Sedangkan kamu bisa sedikit lebih mengambil resiko pada pasangan valas yang punya potensi lebih besar.

Menurut para ahli forex yang sukses, mereka selalu menekankan pentingnya manajemen resiko untuk kamu terapkan dalam filosofi trading. Karena sejatinya jika kamu bisa mengatasi hal ini, maka kamu bisa meraup keuntungan dengan stabil.

Kesimpulan

Ada banyak kisah sukses dari trader forex Indonesia mulai dari Hendrik Leonardy sampai Yulinda. Hendrik Leonardy terkenal dengan satu trading jangka panjang yang dilakukannya pada 20 Desember 2008. Ia berhasil membukukan keuntungan sampai 360% saat closing pada 28 Februari 2009.

Karena itulah analisa fundamental sangat penting untuk kamu lakukan. Karena jika nilai suatu mata uang turun dalam hari tersebut, kamu masih bisa hold  jika prediksi jangka panjangnya tetap naik. Ini akan memberikan kamu lebih banyak ruang untuk bermanuver dan menghindari resiko kerugian.

Sedangkan Yulinda adalah seorang Dokter yang gagal dalam percobaan pertamanya menggunakan modal USD 5000. Setelah mempelajari dengan teliti, ia kemudian mencoba lagi dengan modal USD 3000. Dimana ia mampu meraup keuntungan secara konsisten dalam jumlah besar. Namun ada juga kisah dimana seorang trader merugi seperti Kevin Aprillio. 

Kedua trader sukses diatas bisa menjadi contoh bagi kamu dalam menggunakan hold dan analisa fundamental yang cermat. Serta konsistensi dan kerja keras mempelajari ilmu jual beli mata uang untuk menghindari kerugian. Ada kontak trader yang bisa kamu ikuti di Instagram seperti @alansuryajana (Alan Suryajana).

Mendapatkan seorang mentor adalah bagian kunci dari setiap kesuksesan seseorang. Dengan belajar dari pengalaman-pengalaman pahit mereka, kamu tidak lagi beresiko untuk mengulangi kegagalan mereka. Ikuti apa yang mentor kamu lakukan sehingga kamu bisa mencari cara terbaik dengan memasukkan trik kamu sendiri ke dalamnya. Tentunya kamu harus belajar dengan baik dulu sebelum bisa membuat sebuah perencanaan trading yang baik dan bisa berhasil.

Jika kamu ingin memulai trading forex adalah dapat kamu coba trial dengan akun demo terlebih dahulu. Hal ini wajib kamu lakukan untuk mengenali fasilitas dan alat-alat yang akan kamu gunakan.

Ada banyak indikator yang bisa kamu coba dalam bisnis ini. Beberapa indikator bisa lebih baik dari pada yang lainnya pada jenis trading tertentu.

Kita sudah membahas secara rinci pengertian dari apa itu forex serta tips yang bisa kamu gunakan. Yang perlu saya ingatkan sekali lagi adalah manajemen resiko dan manajemen keuangan harus selalu diperhatikan agar kamu dapat meminimalisir resiko. Hal ini untuk mencegah kerugian yang terlalu banyak di awal sehingga menghentikan langkah kamu di tengah jalan. Kamu tidak mau kan terbelit hutang seperti Kevin Aprillio?

Sumber Daya Tambahan

More To Explore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *